Catat Rekap

PANDUAN

Anggaran per kategori

Menetapkan batas belanja yang mengikuti tanggal gajian, bukan tanggal 1.

Anggaran adalah batas belanja per kategori. Gunanya bukan melarang — gunanya membuat Beranda tahu berapa yang sudah punya tujuan, sehingga angka "aman dibelanjakan" jadi berarti.

Layar Anggaran: Total Rp 1.200.000, terpakai Rp 409.000, dengan batang kemajuan per kategori
Tiap baris menunjukkan terpakai dan sisanya.

Memasang anggaran

  1. Ketuk Tambah Anggaran.
  2. Pilih Kategori. Kategori yang sudah punya anggaran tidak muncul lagi di daftar — satu kategori satu anggaran.
  3. Isi jumlahnya, pilih periodenya, lalu Simpan.
Lembar Tambah Anggaran dengan pemilih kategori dan papan angka
Pilih kategori, isi jumlah, pilih periodenya.

Periode

Harian
Untuk yang dibelanjakan tiap hari: makan siang, kopi, parkir. Batasnya dihitung ulang tiap hari.
Mingguan
Untuk belanja yang ritmenya mingguan — belanja pasar, misalnya.
Bulanan
Yang paling sering dipakai. Satu bulan di sini mengikuti awal bulan yang Anda setel di Pengaturan, bukan tanggal 1 — kalau gajian Anda tanggal 25, bulan anggaran berjalan dari tanggal 25 ke tanggal 24.

Batasi ke satu dompet

Kolom Dompet bawaannya Semua dompet. Memilih satu dompet membuat anggarannya hanya menghitung pengeluaran dari dompet itu. Berguna bila Anda memisahkan uang belanja ke satu e-wallet khusus: anggarannya lalu mengikuti kartu itu saja, bukan seluruh uang Anda.

Membaca barisnya

Tiap baris menunjukkan terpakai dan sisa. Saat terlampaui, angkanya berganti jadi melebihi dan barisnya berwarna — tidak disembunyikan, karena justru itu yang perlu Anda lihat.

Jangan menganggarkan semuanya sekaligus. Mulai dari dua atau tiga kategori yang paling sering bocor. Anggaran untuk lima belas kategori adalah lima belas angka yang akan Anda abaikan bersama-sama.

Hubungannya dengan "aman dibelanjakan"

Sisa anggaran yang belum terpakai dicadangkan sampai akhir periode dan dipotong dari "aman dibelanjakan" di Beranda. Jadi kalau Anda menganggarkan Rp 2.000.000 untuk belanja bulanan dan baru memakai Rp 500.000, sisa Rp 1.500.000 itu tidak lagi dihitung sebagai uang bebas — karena memang sudah ada namanya.